Oleh Ratih Rahayu

Pada edisi kali ini, sesuai dengan rubrik “Liputan Utama” mengenai rempah-rempah, rubrik “Tahukan Anda” akan memperkenalkan beberapa jenis rempah asli Nusantara. Dengan mengetahui aneka jenis rempah asli Nusantara, kami harap hal itu dapat menambah rasa cinta dan bangga Sahabat Bastra akan kekayaan bangsa kita.  Tahukah Sahabat Bastra, apa saja rempah asli Nusantara itu? Mari, kita simak bersama!

 

Cengkih (Syzygium aromaticum) merupakan kuncup bunga dari pohon famili jambu-jambuan. Cengkih termasuk dalam jenis rempah Nusantara yang diburu oleh negara barat sejak zaman dahulu. Cengkih biasanya digunakan sebagai bumbu masak dan bahan baku rokok kretek. Cengkih mengandung antioksidan dan antimikroba dosis tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai analgesik dan disinfektan.

 

Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan tumbuhan yang bijinya sering dimanfaatkan untuk sumber minyak dan rempah-rempah. Jenis rempah asli Nusantara ini dikenal dengan sebutan candleberry, candlenut, atau Indian walnut. Minyak kemiri yang diekstrak dari bijinya mempunyai aneka manfaat untuk produk industri, seperti bahan campuran cat atau bahan campuran penyubur rambut dan pelembap kulit.

 

Kayu manis (Cinnamomum burmani) merupakan jenis rempah Nusantara yang beraroma khas dengan  cita rasa pedas dan manis. Rempah eksotis ini berasal dari kulit pohon kayu manis yang telah dikeringkan. Biasanya, kayu manis dijual dalam bentuk bubuk atau pun gulungan. Kayu manis termasuk dalam kategori bumbu masakan tertua di dunia yang pernah digunakan oleh manusia. Menurut penelitian, bumbu ini telah digunakan sejak peradaban Mesir Kuno sekitar 5000 tahun silam dan sempat tercantum pada beberapa kitab. 

 

Kapulaga (Elletaria cardamomum) termasuk keluarga jahe-jahean yang digunakan sebagai tambahan penyedap rasa pada makanan. Bijinya berbentuk  seperti kacang polong kecil dengan penampang irisan segitiga. Kulit luarnya cukup tipis dengan biji berwarna kehitaman berukuran kecil. Kapulaga juga bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Saat ini kapulaga termasuk dalam jenis rempah termahal ketiga di dunia setelah kuma-kuma (saffron) dan vanila.

 

Pala (Myristica fragrans) merupakan jenis tumbuhan yang tumbuh subur di beberapa daerah Indonesia, seperti Maluku dan Kepulauan Banda. Pala merupakan jenis rempah yang kaya akan kandungan minyak atsiri yang sering digunakan sebagai campuran sabun ataupun parfum. Pala yang dibuat dalam bentuk bubuk sering digunakan sebagai bahan penyedap makanan dan minuman. 

 

Lada (Piper nigrum) yang dikenal pula dengan sebutan merica merupakan salah satu jenis tanaman dengan berbagai kandungan yang bermanfaat. Lada memiliki rasa sedikit pahit, pedas, dan bersifat antipiretik atau mampu menurunkan demam. Jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia, lada telah diperjualbelikan sejak ratusan tahun silam. Sebagai rempah asli Nusantara, lada memiliki banyak peminat dan menguasai hampir 80% pangsa pasar dunia. Namun, seiring dengan permintaan pasar yang semakin meningkat, kini Indonesia hanya mampu memenuhi 13% permintaan global.

 

Serai (Andropogon nardus) merupakan jenis tumbuhan yang masuk dalam golongan famili rumput-rumputan atau Poaceae. Serai kerap dimanfaatkan sebagai penambah aroma pada makanan dan minuman tradisional. Biasanya, serai digunakan dalam bentuk bubuk, kering, atau pun batangan sesuai dengan bentuk aslinya. Serai juga bermanfaat untuk kesehatan, antara lain membantu mengatasi gangguan pencernaan, mengontrol tekanan darah, serta menjaga kesehatan kulit dan rambut.

 

Adas (Foeniculum vulgare) dikenal sebagai salah satu jenis rempah Indonesia untuk bumbu masakan dan bahan pembuat obat. Adas memiliki cita rasa sedikit panas sehingga tak heran jika rempah ini juga dijadikan bahan utama pembuatan minyak telon. Tanaman ini mempunyai aroma unik yang terbilang harum. Adas memilik banyak manfaat, antara lain mengobati sembelit, meredakan gajala kolik, dan meredakan gangguan pencernaan.

 

Ketumbar (Coriandrum sativum)adalah jenis rempah Indonesia yang berasal dari tumbuhan keluarga adas-adasan. Dalam dunia pengobatan, ketumbar dikenal sebagai fructus coriandri. Ketumbar berbentuk kecil dengan diameter rata-rata sekitar 1-2 mm. Bila dilihat sekilas, ketumbar mirip dengan biji lada, tetapi ukurannya lebih kecil dan warnanya lebih gelap. Biasanya, ketumbar dijual dalam bentuk bubuk atau pun biji kering.

 

Jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu jenis rempah yang bermanfaat memberikan efek hangat pada tubuh dan rasa nikmat pada makanan. Rempah ini tergolong dalam jenis tanaman temu-temuan yang berbentuk rimpang. Efek hangat dari jahe dihasilkan oleh senyawa keton yang disebut zingeron. Jahe sangat bermanfaat bagi kesehatan, antara lain mengatasi masalah pencernaan dan membantu proses detoksifikasi.

 

Lengkuas (Alpina galanga) termasuk dalam jenis temu-temuan dengan warna lebih terang, kemerahan, dan tekstur lebih keras. Biasanya, lengkuas dimanfaatkan untuk bumbu masakan dan obat-obatan. Lengkuas memiliki banyak manfaat, antara lain meredakan nyeri sendi, menurunkan kadar gula, dan mengatasi gangguan pernapasan.

 

Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu jenis rempah Nusantara yang digolongkan dalam kelompok temu-temuan. Selain dijadikan bumbu dapur, kunyit juga dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan karena memiliki banyak manfaat. Manfaat kunyit adalah mengobati radang, mengurangi rasa mual, dan mengurangi nyeri saat haid.

 

Kencur (Kaempferia galanga) merupakan sejenis tanaman temu-temuan yang sering digunakan sebagai stimulan ataupun tonikum yang aman. Kencur kerap dijadikan bumbu beberapa resep masakan khas Indonesia. Kencur dipercaya mampu memberikan efek positif untuk tubuh penikmatnya, seperti mengobati infeksi dan radang, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan nafsu makan, hingga mencegah penyakit kanker.

Kepayang (Pangium edule) lebih akrab disebut keluak. Rempah ini telah lama dikenal sebagai bumbu masakan khas Nusantara, seperti untuk memasak rawon  atau sup konro. Kepayang mampu membuat makanan terasa lebih sedap dan nikmat. Namun, biji kepayang sangat beracun jika dimakan mentah-mentah sebab mengandung asam sianida dosis tinggi yang jika dikonsumsi melebihi batas normal dapat menyebabkan hilangnya kesadaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *